Sabtu, 16 Maret 2019

Pakaian Adat Indonesia


Pakaian Adat Indonesia
Pakaian Adat Indonesia – Negara Indonesia memang dikenal dengan keanekaragaman suku dan budayanya. Salah satunya adalah pakaian adat Indonesia yang menjadi ciri khas masing-masing provinsi yang tersebar di seluruh Indonesia.
Meskipun dengan perkembangan zaman yang semakin banyak terciptanya pakaian-pakaian modern, pakaian adat Indonesia ini ternyata masih banyak digunakan kalangan masyarakat. Jika dilihat dari segi kebudayaan, tentunya kita sebagai anak muda penerus bangsa yang wajib untuk melestarikannya.
Selain sebagai simbol masing-masing daerah dan provinsi, pakaian adat Indonesia ini bisa digunakan sebagai media pengenalan ragam budaya Indonesia ke mancanegara, yang nantinya akan semakin menarik wisatawan asing untuk berkunjung ke Indonesia.
Berbagai jenis dan corak pakaian adat dari Indonesia mempunyai ciri khas dan keistimewaan masing-masing dari setiap daerah. Untuk itu, dalam pembahasan kali ini akan dijelaskan beberapa macam pakaian adat khas Indonesia yang mungkin akan bermanfaat sebagai bahan belajar para penerus bangsa untuk tetap melestarikan kebudayaan yang ada.

Pakaian Adat Dari Beberapa Provinsi Di Indonesia
Berikut nama-nama dan penjelasan singkat beberapa macam pakaian adat yang tersebar di beberapa provinsi di Indonesia. Walaupun tidak seragam, pakaian-pakaian adat ini memiliki berbagai corak yang sangat menarik.
Tentunya dengan ciri khas yang terdapat dari masing-masing daerah, suku, dan budayanya. Berikut macam-macam pakaian adat yang ada di Indonesia :

1. Pakaian Adat Ulee Balang Provinsi Nangroe Aceh

Nangroe Aceh Darussalam sangat terkenal dengan keanekaragaman budayanya yang khas. Salah satunya adalah pakaian adatnya yang bernama Ulee Balang. Pakaian adat Ulee Balang ini biasanya hanya dipakai oleh para raja Aceh dan keluarga-keluarga kerajaan dalam acara sakral kerajaan ataupun upacara adat tertentu.

2. Pakaian Adat Betawi Provinsi DKI Jakarta

DKI Jakarta memang dikenal dengan suku betawinya yang sangat dominan. Begitu juga dengan pakaian adatnya yang berasal dari pakaian adat betawi.
Pakaian adat ini sangat dipengaruhi dari beberapa macam budaya seperti budaya Arab, Barat, dan Melayu. Pakaian adat ini terkenal dengan menggunakan sarung untuk kaum laki-laki dan kerudung untuk kaum perempuan.

3. Pakaian Adat Tradisional Kebaya Provinsi Jawa Barat

Walaupun digunakan oleh berbagai kalangan mulai dari bangsawan hingga masyarakat biasa, namun pakaian adat dari Jawa Barat ini memiliki masing-masing perbedaan.
Terutama yang digunakan untuk kaum laki-laki dan perempuan. Untuk membedakan golongan, perbedaan terletak pada bahan dan corak yang digunakan untuk membuat pakaian adat ini.

4. Pakaian Adat Tradisional Kebaya Provinsi Jawa Tengah

Provinsi Jawa Tengah sangat kental akan ragam budayanya yang masih alami dari tahun ke tahun. Dengan banyak menggunakan corak batik untuk pakaian bawahan dan kebaya untuk atasan. Namun keduanya dari dulu memiliki khas yang unik sesuai dengan adat Jawa.
Bahan batik yang digunakan pun terkenal batik asli yang ditulis secara manual, bukan merupakan batik seperti jaman modern ini yaitu dengan menggunakan cap.

5. Pakaian Adat Tradisional Kesatrian Provinsi D.I.Yogyakarta

Selain terkenal akan wisatanya yang menjadi daya tarik, Provinsi Yogyakarta memang masih memiliki adat jawa yang kental. Tak jarang jika provinsi ini dikenal sebagai provinsi yang masih sakral.
Pakaian adat yang digunakan pun dipercaya tidak boleh dipakai untuk acara sembarangan. Mereka yang menggunakannya harus menjaga dan merawat sesuai dengan peraturan dari pihak keraton.


6. Pakaian Adat Tradisional Pesa’an Provinsi Jawa Timur

Pakaian adat Indonesia yang berikutnya adalah dari daerah Madura  Jawa Timur. Untuk pakaian ini terkenal sangat sederhana yang hanya berupa kaos garis putih yang dilengkapi dengan celana yang longgar untuk pihak laki-laki. Sedangkan untuk perempuan biasanya hanya menggunakan kebaya yang dilengkapi dengan rok panjang.


7. Pakaian Adat Tradisional Provinsi Bali

Untuk daerah yang satu ini memiliki pakaian adat dengan corak dan warna yang sangat dikenal. Walaupun sekilas terlihat sama, namun corak dan ornamen yang ada dalam pakaian adat Bali ini dibedakan sesuai dengan acara upacara yang diadakan.Kita juga bisa membedakan kelas sosial, umur, dan jenis kelamin melalui corak busana dan perhiasan yang digunakan sebagai ornamennya.

8. Pakaian Adat Tradisional Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat

Pakaian adat yang digunakan di Provinsi NTB adalah pakaian adat khas Lombok Mataram. Untuk Pakaian ini biasa digunakan dalam acara-acara penting seperti pernikahan, upacara, ataupun acara adat lainnya.
Pakaian adat dari lombok sangat terkenal dengan kain songketnya yang khas, elegan dan terkesan berkelas. Tak jarang kain songket ini dijadikan oleh-oleh para wisatawan yang berkunjung ke NTB.

9. Pakaian Adat Perang Provinsi Kalimantan Barat

Pakaian adat dari Kalimantan Barat adalah sejenis pakaian perang yang terbuat dari bahan dasar kayu yang diolah menjadi kain. Kayu yang digunakan tak sembarang kayu pada umumnya, kulit kayu yang dipakai adalah dari kayu ampuro.
Keahlian para masyarakat Kalimantan dalam membuat pakaian adat ini adalah warisan turun temurun dari nenek moyang mereka.

10. Pakaian Adat Tradisional Nggembe Provinsi Sulawesi


Pakaian nggembe di Sulawesi ini dikenal dengan bentuknya yang segi empat, berlengan lebar, berkerah bulat, dan memiliki panjang hingga pinggang.Jenis pakaian adat ini digunakan bukan untuk sembarang acara melainkan hanya dalam acara-acara penting tertentu saja. Misalnya seperti upacara adat ataupun acara pernikahan.


11. Pakaian Adat Baju Cele Provinsi Maluku

Baju Cela khas Maluku memiliki corak dengan ciri-ciri kotak kecil dengan geometris yang bergaris-garis. Pada umumnya baju Cele ini dipadukan dengan kain sarung yang memiliki warna yang hampir sama. Pakaian adat ini hanya digunakan dalam upacara adat Provinsi Maluku saja.

12. Pakaian Adat Provinsi Gorontalo

Pakaian adat tradisional Gorontalo ini biasa disebut dengan Billu dan Mukuta. Billu merupakaian pakaian untuk wanita dan Mukuta pakaian untuk pria. Pakaian adat ini memiliki tiga warna dan dari warna tersebut mempunyai arti tersendiri, yaitu warna kuning keemasan, warna hijau, dan warna ungu


13. Pakaian Adat Provinsi Papua

Pakaian adat Indonesia yang terakhir adalah pakaian adat yang berasal dari provinsi Papua. Untuk pakaian adat yang digunakan antara laki-laki dan perempuan memiliki bentuk dan corak yang hampir sama.Mereka memakai baju dan hanya menggunakan penutup untuk bagian bawahnya. Selain memakai pakaian khas adat, biasanya penampilan mereka ditunjang dengan berbagai macam dekorasi untuk kepala dan hiasan pada wajah.
Sebagai penghias, mereka juga sering menggunakan cincin, gelang, kalung hingga rumbai-rumbai yang dipasang di pergelangan kaki dan tangan.
Untuk kaum lelaki dilengkapi dengan bawaan perisai dan tombak yang semakin menambah aroma kejantanan dan untuk perempuan ditambah dengan melakukan riasan pada wajah dan memakai pemerah bibir yang berasal dari buah merah.


14. Pakaian Adat Tradisional Kalilmantan Utara

Berad yang di ujung dari plau kalimantan. Meskipun wilayah ini luasnya 75,467,70 km², namun jumlah populasi penduduknya bisa dibialng tergolong sedikit sekitar 600 ribu jiwa. sebagian besar penduduknya sudah didominasi oleh suku dayak.
Walaupun pakaian ini terlihat sama dengan pakain adat dari Kalimantan Timur, namun pakaian ini tetap memiliki perbedaan dan ciri khas tersendiri.

15. Pakaian Adat Riau

Teluk Belanga merupakan Pakaian adat Tradisional yang berasal dari kepulauan Riau. Dalam masyarakat melayu pakaian adat kaum laki-laki pakaian atasnya disebut teluk belanga. yang dimaksud tersebut adalah pakaian ini terdiri dari beberapa yaitu dari kain samping, celana dan songkok yang khas masyarakat  kepulauan Riau.



16. Pakaian Adat Sumatera Utara

Sumatera Utara adalah provinsi multietnis. Penduduk pribumi asli Sumatera Utara terdiri atas berbagai suku bangsa, yaitu suku bangsa Melayu, Batak Toba, Simalungun, Karo, Pak-Pak Dairi, Pesisir, Mandailing, dan Nias. Keragaman suku yang terdapat di daerah Sumatera Utara tersebut masing-masing memiliki kekhasan dalam hal seni budayanya salah satunya adalah pakaian adat yang mereka gunakan. Berikut akan kami ulas nama dan rincian atribut pakaian adat dari beberapa suku yang terdapat di Sumatera Utara.

17. Pakaian Adat Lampung

Dalam kehidupan sehari-hari laki-laki Lampung mengenakan pakaian, meliputi kikat, kopiah (penutup kepala), kawai (baju), senjang, celanou, bebet, dan selikap. Sedangkan kaum perempuan dalam kehidupan sehari-hari mengenakan kanduk/ kudung, lawai kurung, senjang/cawo setagen, selambok, alali, serta kalai kukut.

Pakaian untuk upacara adat sedikit berbeda. Dalam upacara adat laki-laki Lampung mengenakan kekat akkin, kawai kemija, peci, serta selikap. Sedangkan kaum perempuan mengenakan pakaian yang terdiri atas kebayou, senjang dan belatung buwok. Berikut ini gambar pakaian adat masyarakat Lampung.




18. Pakaian Adat Banten

Di Provinsi Banten dikenal tiga jenis pakaian adat untuk upacara pengantin, yaitu pakaian pengantin Banten Kebesaran, Banten Lestari, dan Banten Gaya Tangerang. Setiap Jenis pakaian adat pengantin ini memiliki kekhasan tersendiri. Berikut ini gambar pakaian adat pernikahan Banten.








Semoga artikel ini menambah wawasan anda tentang baju adat di indonesia..


Jumat, 15 Maret 2019

ciri khas batik bekasi dan jenis motif batik bekasi

Ciri Khas Batik Bekasi dan Jenis Motif Batik bekasi





 
Orang-orang di Bekasi pada zaman dulu sudah mempunyai kebiasaan membatik. Karena perkembangan zaman, kebiasaan itu berangsur hilang. Namun masih ada beberapa yang masih konsisten membatik di Bekasi. Misalnya di Kaliabang Nangka, Jatiasih, dan Mustikajaya. Batik Bekasi memang tak sementereng dengan nama besar seperti  Batik Solo atau pun Batik Pekalongan. Namun Batik Bekasi ini memiliki pola unik yang berasal dari keberagaman budaya dari Kota Patriot tersebut yang tentu tidak dimiliki oleh batik lainnya di Indonesia.

Barito Hakim Putra, Ketua Komunitas Batik Bekasi, bercerita banyak mengenai Batik Bekasi, berikut tiga hal seputar Batik Bekasi yang perlu Anda ketahui.

  1.   Batik Bekasi Punya 12 Pakem dan Terus Berkembang



Seperti halnya batik lainnya, Batik Bekasi kata Barito, memiliki ciri khas terdiri. Ciri khasnya itu terlihat dari 12 Pakem yang dimiliki Batik Bekasi. Untuk motif Batik Bekasi,  floranya seperti bambu, bunga Teratai, daun putri malu, pohon kecapi. Dan faunanya ada gabus, burung mandar,  ikan betok, ikan sepat, lele dan lainnya. Dari budayanya seperti Blantek, alat musiknya seperti terompet. "Untuk yang 12 motif batik Bekasi telah dipatenkan dan motif-motif dalam Batik Bekasi terus berkembang."




      2. Batik Bekasi Punya Warna cerah

Batik Bekasi memiliki corak warna cerah. Warna cerah ini berkaitan dengan kota bekasi sebagai kota patriotik. Barito mengatakan dengan warna cerah diharapkan yang menggunakan Batik Bekasi akan semangat dan termotivasi. 









3. Kombas, Komunitas Batik Bekasi
Kombas bisa dibilang wadahnya pecinta Batik Bekasi. Disini, kata Barito, Batik Bekasi terus dilestarikan dan diperkenalkan ke masyarakat luas lewat pameran dan pelatihan.
Barito mengatakan Kombas terbentuk awal nya di tahun 2009. Mereka yang ada di komunitas itu berpikir apakah Bekasi punya batiknya atau tidak? untuk menjawabnya, Barito dan kawan-kawan pun lantas  melakukan riset dan mencari pengrajin batik yang ada di Bekasi. "Bisa dibilang Kombas lahir karena kepedulian kita terhadap batik, khususnya Batik Bekasi." kata Barito.
Batik Bekasi pun dikembangkan menuju usaha bersama, Kombas merangkul para pengrajin batik Kota Bekasi. Batik-batik yang ditampung dalam koperasinya merupakan batik hasil karya para pengrajin lokal Kota Bekasi.  Di Kombas sendiri ada batik cap dan tulis, printing yang semuanya akan dibuat tergantung dari konsumen. Diharapkan Batik Bekasi dapat terus eksis dan dilestarikan, tidak hanya oleh masyarakat Bekasi tetapi masyarakat luas. Berikut ini macam-macam motif bekasi :

  •       Motif Batik Rawa Gatel


Motif Batik Bekasi ini, Idenya bersumber pada kisah pendaratan darurat Pesawat Dakota milik Sekutu karena kerusakan mesin, pada tanggal 23 November 1945 di Rawa Gatel, Cakung Bekasi (dulu Cakung masih bagian wilayah Bekasi). Ketika hendak di tolong, ternyata tentara Sekutu yang ada di dalam pesawat tersebut melepaskan tembakan. Hingga akhirnya tentara Sekutu tersebut di tawan oleh Pejuang Bekasi. Peristiwan ini memicu pembakaran pembumihangusan Bekasi oleh tentara Sekutu. Dan Pejuang Bekasi dengan gagah berani  melawan tentara Sekutu.







   
  • Motif Batik Rawa Pasung


Motif Batik Bekasi untuk mengenang sejarah heroism keberanian pejuang Bekasi dalam menghadang Tank Sekutu yang akan melintas di perlintasan  kereta api Rawa Pasung, Kranji Bekasi. Para Pejuang Bekasi menggunakan Taktik dengan menutup perlintasan kereta api dengan palang pintu. 
Pasukan Sekutu mengira akan ada kereta api yang akan lewat, merekapun berhenti, dengan diiringi pekikan takbir, para pejuang menyergap. Mereka melompat ke panser, tank, maupun truk. Dengan berbagai senjata tajam dan ilmu bela diri, mereka menghujam semua tentara yang mereka hadapi. Karena serangan yang tidak diduga, pihak tentara Sekutu tidak sempat melakukan perlawanan berarti.

  • Motif Kereta Jepang Kali Bekasi

Motif batik bekasi ini bersumber pada kisah Insiden Kali Bekasi, yaitu pembunuhan tawanan perang tentara Jepang.













  • Motif Tarawang 
 Keberadaan batik tarawang ini didasarkan pada sejarah batik indonesia yang tercatat pada masa kolonial belanda. Batik ini juga pernah di ikut sertakan dalam pameran batik pada tahun 1892 di Amsterdam, Belanda.










  • Motif Si Pitung 

Motif si Pitung, yakni pendekar Betawi yang sangat terkenal dan motif keluarga betawi beserta kehidupan kesehariannya. Motif tersebut mengangkat kebudayaan masyarakat Betawi dengan harapan dapat melestarikan budaya dan kearifan lokal daerah setempat ke masyarakat luas.











Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan anda, serta batik bekasi makin di kenal oleh masyarakat indonesia







Rabu, 13 Maret 2019

Pengertian dan Sejarah Kancing


Tentang Kancing Baju



Anda para kaum pria, saat membaca tulisan ini bisa jadi saat ini anda sedang memakai kemeja. Joba perhatikan sejenak kemeja anda tersebut. Anda pasti akan melihat letak kancing bajunya ada pada posisi sebelah kanan bukan? Namun tahukah anda kenapa baju yang anda pakai tersebut susunannya ada pada sebelah kanan? Kenapa tidak pada sebelah kiri, mirip susunan kancing baju yang dipakai oleh kaum wanita?

Keasyikan berselancar di internet, akhirnya saya menemukan beberapa tulisan tentang seputaran kancing baju. Perkara mengapa susunan kancing baju pria berbeda dengan wanita, maka berikut ini sejarah singkatnya.

Awalnya dulu kala memang susunan kancing baju pria dan wanita sama saja yaitu dijahit pada sisi sebelah kiri baju. Kemudian pada zaman abad pertengahan, model pakaian pria mengikuti bentuk pakaian perang dan mode adu senjata yaitu masih menggunakan pertarungan jarak dekat dengan menggunakan pedang. Karena mode seperti ini, kaum pria sering merasa kesulitan untuk menghunus pedangnya yang tergantung pada pinggang sebelah kiri. Hal ini dikarenakan tangan kanan harus membuka kancing baju terlebih dahulu, akibatnya gerakan mencabut pedang jadi terhambat. Nah, supaya lebih cepat, kancing baju dipindahkan ke sebelah kanan dan dengan tangan kiri bisa membuka baju, dengan demikikan tangan kanan bebas untuk memegang hulu pedang.

Penelitian para arkeolog menemukan bahwa kancing telah dipakai lama dan lama sekali, mereka mengklaim bahwa kancing telah dipakai jauh sebelum manusia mengenal tulisan. Namun kancing baru menjadi populer sekitar tahun 1200-an ketika jubah mulai longgar. Seperti yang anda semua ketahui, jubah sudah tidak memerlukan kancing, cukup ikat pinggang atau disemat memakai peniti.

Dewasa ini, kancing baju dibuat dari bahan plastic atau logam, sedangkan zaman dahulu orang memakai kancing yang terbuat dari kerang, beling, kulit, mutiara bahkan dari emas seperti yang pernah dilakukan oleh orang Yunani, 4000-an tahun yang lalu!

Pada jas, kalau anda perhatikan, anda akan menemukan kancing yang dipasang berderet pada bagian pergelangan lengan. Kalau dipikir-pikir kancing pada bagian tersebut tidak ada gunanya selain sebagai hiasan. Namun, ada sejarah unik tentang kancing pada bagian pergelangan lengan ini.

Sekitar tahun 1700-an ketika Prusia diperintah oleh Raja Friderich Agung, tentun dia memiliki sejumlah tentara yang sering diperintahnya untuk berperang. Raja ini konon katanya sangat disiplin dan pembersih, karena sering turun ke medan untuk memeriksa para tentaranya. Ia penah dibuat kesal oleh para tentaranya, yaitu pada saat dia menemukan lengan seragam tentaranya sangat kotor dan dekil, lebih dekil dari bagian manapun. Selidik punya selidik, akhirnya misteri dekilnya ujung lengan seragam tentaranya terungkap! Yaitu para tentaranya sering memfungsikan ujung lengan bajunya sebagai “lap” penyeka keringat muka.

Akhirnya Raja menemukan akal. Yaitu dengan memerintahkan orang-orang untuk memasang kancing di ujung lengan tersebut. Para prajurit yang masih “bandel” ingin menyeka keringat dengan ujung bajunya akan mendapatkan wajah yang merah-merah akibat lecet-lecet karena beradu dengan kancing.

Sekarang pun mode kancing di ujung lengan baju ditiru untuk dipergunakan pada jas sipil, namun sebagai fungsi untuk hiasan saja dan bukan untuk penyeka keringat.



Cerita tentang kancing pernah terjadi di Inggris, kampungnya Wayne Roonye, penyerang Manchester United. Namun ceritanya bukan dari Manchester, tapi dari Birmingham dimana saat itu kota Birmingham adalah pusat industry kancing sekirat abada 19. Balai kota Birmingham rupanya fondasinya menyimpan kulit kerang dalam ukuran yang sudah berton-ton banyaknya, dimana di abad lalu merupakan sumber utama bahan baku untuk membuat kancing kerang. Cerita yang berkembang seputaran kancing berbahan baku kulit kerang ini adalah ketika persediaan kulit kerang dunia mulai menipis pada sekitar tahun 1870-an, orang-orang Inggris berpikir-pikir akan membongkar Balai Kota Birmingham ini. Entah bagaimana kelanjutannya, namun pembongkaran Balai Kota ini tidak terjadi, tapi setidaknya ide pembongkaran memang pernah ada. Hanya karena kulit kerang untuk bahan baku kancing.




Kancing, pada perkembangannya hingga sekarang ini sangat erat hubungannya dengan mode, namun masih berfungsi sebagai pelengkap pakaian.dalam arti,kancing berperan penting baik itu seragam sekolah ataupun pakaian lainnya. 

Sejarah Resleting



Pengertian Resleting Atau Zipper


taukah kamu akan resleting? resleting adalah salah satu benda paling berguna tanpa disadari oleh manusia. tapi taukah kalian siapa yang menciptakan resleting? dan bagaimana mekanisme dari resleting ini? mari kita berdiskusi.

Sejarah

Sejarah perkembangan zipper bermula ketika Elias Howe seorang penemu mesin jahit, menerima paten pada tahun 1851 untuk sebuah ‘Automatic, Continuous Clothing Closure’ di Amerika Serikat. Mungkin karena keberhasilan mesin jahit, yang menyebabkan Elias tidak mengejar pemasaran penutup pakaiannya. Akibatnya, Howe kehilangan kesempatan untuk diakui sebagai ‘Bapak Risleting’.
taukah kalian siapa pembuat resleting untuk pertama kali? Whitcomb Judson adalah orangnya. dia adalah orang yang sabar karena sebelum adanya resleting manusia mengunakan kancing-kancing yang sangat banyak. bayangkan saja dulu sepatu yang tinggi itu tidak menggunakan resleting seperti yang sekarang, tetapi harus menggunakan kancing-kancing yang banyak dan harus sabar memasukannya kedalam tempatnya. bayangkan saja memasang seluruh kancing itu bisa mencapai waktu 15 menitan. maka si judson itu mencari cara agar waktu yang dimilikinya setiap hari itu tidak terbuang sia-sia. maka dia membuat suatu alat. Alat ini terdiri dari dua rantai metal tipis yang dapat disatukan dengan menarik sebuah slider ditengah-tengahnya. Alat ini dipatenkan tahun 1893. Hanya saja, penemuan Judson ini tidak bekerja baik. Alat ini kadang sering macet, terlepas atau bahkan terbuka sendiri.
zipper201
Tahun 1896, Judson bergabung dengan Kolonel Lewis Walker. Dari Walker-lah timbul ide untuk menggunakan zipper untuk berbagai macam benda, tidak hanya pada sepatu. Tahun 1910, Judson merancang alat perekat baru yang telah diperbaiki. Alat itu disebut C-Curity dan dijual dengan harga 35 sen. Alat ini tidak digunakan untuk alas kaki, tapi untuk celana panjang dan rok wanita. Setelah bertahun-tahun, alat temuan Judson ini mulai terkenal. Kegunaannya pun meluas, tidak hanya untuk sepatu atau pakaian saja. Hanya saja, penemuan Judson ini tidak bekerja baik. Alat ini kadang sering macet, terlepas atau bahkan terbuka sendiri. Judson putus asa tapi ia tidak menyerah. Ia yakin suatu saat penemuannya akan terkenal.
zipper202
Tidak tahu pasti dari mana nama Zipper berasal. Waktu itu ada seorang pengusaha mengunjungi Judson di pabriknya. Judson memperagakan bagaimana alat itu bekerja. Tiba-tiba pengusaha itu berteriak karena kagumnya, “Wow Zipper!!”. Semenjak itu, alat temuan Judson ini dinamakan Zipper dalam bahasa Inggris atau disebut risleting oleh orang Indonesia. Saat ini zipper sudah diproduksi massal dan melibat beragam merek terkenal, seperti YKK, NYK, OPTI, CHIQ, YBS, SBS, dan lai sebagainya.
Model yang lebih baik diperkenalkan pada tahun 1913, oleh seorang insinyur kelahiran Swedia – Amerika, Gideon Sundback. Dia bekerja di Perusahaan Universal Fasterner. Dengan ketrampilan teknis yang baik maka ia bisa menikah dengan putri seorang manajer perusahaan Aronson, Sundback bekerja diposisi kepala desainer. Pada Desember 1913, ia berhasil mendesain ritsleting modern. Gideon Sundback menyempurnakan desainnya dengan menambah pengait dari empat buah per inch menjadi sepuluh buah per inch. Risleting miliknya memiliki dimensi lebih kecil, ringan dan lebih tahan lama. Order pertamanya datang dari US Army untuk keperluan pembuatan pakaian dan alat lainnya guna mensuplay logistik pada Perang Dunia pertama.
zipper203

Mekanisme

Hook dan Wedge
Resleting hanya dapat dibuat dengan mesin modern. Tetapi Resleting sebenarnya terdiri dari 2 alat yang sederhana dan tertua dalam peradaban manusia.
Wedge adalah objek yang permukaannya miring. Fungsi kerjanya mirip dengan knop pintu. Hanya bisa bergerak satu arah, sedangkan arah lain terkunci. Sehingga Resleting membuat terkunci.
Hook, tentu saja bentuknya seperti lengkungan yang digunakan untuk mengait. Ini berfungsi untuk mengaitkan sisi Resleting dengan sisi lawannya. Alhasil Resleting tidak akan mudah lepas.
Track
Jalur Resleting terdiri dari puluhan gigi. Setiap gigi memiliki kombinasi Hook dengan Hollow (Rongga yang terdapat dalam kaitan Resleting). Selain itu ada juga Slide yang membantu untuk mengunci atau melepas Resleting. Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut.
kerjaresleting1
Jika slide bergerak naik. 2 sisi slide yang luar akan mendorong gigi kedalam, sehingga Hook akan tertekan maju dan membuat Wedge dan Hollow menyatu. Jika slide bergerak turun maka kebalikannya.